10
Mar
09

Shalat Subuh Pejabat Kita

Mungkin saya hanya akan menuliskan tentang yang saya lihat dan kemudian mencoba menyimpulkannya.

sujud13

Yang saya lihat itu adalah pemandangan saat waktu shalat subuh tiba. Bukan matahari yang akan terbit, bukan fajar yang muncul indah. Tetapi manusia-manusia yang mau bersyukur dengan kedatangan subuh. Bagi setiap Muslim menjadi moment untuk berlomba menunjukkan pada Tuhan, “saya berterima kasih pada Mu Tuhan, karena engkau telah izinkan aku untuk hidup kembali pada pagi ini. Dan aku bangun pagi-pagi sekali begini agar tercatat disisi Mu sebagai salah seorang hamba Mu yang tergolong kedalam barisan pertama yang berterima kasihpada Mu dengan menunaikan shalat subuh”.

Seketika saja, saya jadi ‘terangsang’ untuk meng-absen pejabat-pejabat yang mau untuk shalat subuh. Bukan atas suruhan siapa-siapa tetapi bisa dikatakan hanya sebagai ulah saya yang suka ‘cari kerjaan’. Dari sekian banyak pejabat yang sering masuk dalam list pejabat rajin hadir shalat subuh hanya seorang camat, ia bernama Agusdi, Camat Kecamatan Seunagan. Observasi ‘iseng’ ini saya lakukan di Masjid Agung Kabupaten Nagan Raya. Alasan saya memilih Masjid ini adalah, mesjid ini berada di Kota Jeuram yang notabene menjadi sentral Kabupaten Nagan Raya.

. Kembali terkait pejabat, jika mereka masih suka memuja dan memanjakan diri sendiri, tidak akan bisa diharap terlalu banyak untuk mau mengurus orang lain. Ini berhubungan dengan karakter pemimpin, karakter pejabat yang seyogyanya harus mendedikasikan pikiran dan kerjanya untuk rakyat. Percaya atau tidak, seorang filsuf pernah mengutarakan,”bagaimana seseorang menyikapi dirinya sendiri, cara ia mengurus dan mengatur dirinya menjadi cerminan bagaimana ia berhubungan dengan manusia lain—untuk disini adalah cara pejabat melayani rakyatnya—. Nah, jika di Indonesia, dalam setiap Kabupaten hanya punya 1 pejabat yang mau shalat subuh berjamaah, bisa diterka, akan seperti apakah mereka mengurus rakayat di negeri ini?

Semoga saja, dalam kasus yang saya ilustrasikan disini tidak lebih dari analisis subjektif saya, karena bisa saja, pejabat-pejabat yang ada shalat subuh berjamaah di Masji-masjid lain, secara kebetulan saja tidak satu masjid dengan saya. Tentu kita akan sangat bersyukur jika dugaan saya terakhir adalah benar, karena kelak potret seperti ini akan menjadi gambaran ‘bentuk wajah’ negeri ini.


0 Tanggapan ke “Shalat Subuh Pejabat Kita”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan