17
Sep
09

Perjalanan di Atas Jalan Cinta

bidadariSambil mengepak barang, pagi ini pikiranku terus saja berbicara. Bahwa, sebagai lelaki tidak perlu takut dengan beribu resiko dan tantangan. Tetapi, jangan pernah harga diri terbiarkan terinjak, atas alasan apapun. Sambil terus mengepak barang, lagi pikiranku masih terus saja berceloteh, sekarang aku sedang merasakan sebuah kondisi hidup yang harus kuakui sarat dengan ketidak pastian. Dan ini semua juga merupakan buah dari keputusanku sendiri. Walaupun ini berat dan melemparkanku pada sebentuk kemiskinan yang sangat parah.

Tapi, tunggu dulu. Apakah seorang lelaki akan memaki sebuah keputusan yang ia ambil sendiri? Sebuah keputusan yang memang lahir dari serangkaian proses perenungan, penghayatan atas makna hidup dan buah dari deklarasi untuk tidak menunduk pada beribu tantangan yang memang akan menghadang terus.

Buku-buku dengan cekatan kukepak, berat. Baju dan semua celana tanpa kulipat langsung kumasukkan kedalam koper. Kebetulan beberapa bulan menjadi penghuni disebuah kamar, disalah satu sudut Meulaboh. yang membayang di kepalaku hanyalah wajah Bapak, Ibuku dan saudara-saudaraku. Berkelebat wajah lucu keponakanku dikampung.

Semua seperti lintasan album yang dibuka cepat. Tetapi kemudian, pikiranku kembali pikiranku bicara. Lelaki mutlak harus menjunjung harga diri. Walau pengejaran pada makna hidup yang lebih baik menjadi sebuah keharusan, menjadi sebuah hal yang wajib. Ini pilihan laki.

Satu hal yang penting, jangan sakiti perasaan siapapun. Kendati aku sendiri terkadang tersakiti dengan sikap beberapa orang angkuh yang entah karena takdir harus hadir dalam kehidupanku. Kadang-kadang muncul memang perasaan bahwa aku menyesal mengenal manusia yang ternyata bukan untuk menjadi seorang saudara. Iya, sempat terbetik dikepalaku, jangnan mencari saudara saat sedang berada dibawah. Tidak akan bermakna apa-apa. Dan, memang aku harus fokus saja pada pencarian dan pengejaranku pada mimpi yang masih kuyakin bakal terujud, kendati aku dilihat mereka begitu pelan dalam melangkah. Mereka takkan bisa memahamiku. Ini lebih baik. Inilah sebuah perjalanan menapaki jalanan untuk sebuah cinta, sebuah ekspresi cinta.

Meulaboh, 170909


0 Tanggapan ke “Perjalanan di Atas Jalan Cinta”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan