Aku harus jujur mengakui. Hari ini aku adalah laki-laki yang masih coba berbangga dengan sebuah realita. Menyapa sebuah kehidupan nyata. Dengan penampilan fisik yang kusut. Untuk sebuah sisir saja aku sudah tidak punya. Aku melegitimasi lima jari sudah cukup memadai untuk menata rambutku untuk terlihat sedikit rapi.
Iya, akulah laki-laki yang kusut yang justru sedang kuceritakan ini. Tapi, engkau tak perlu takut para sahabat-sahabat yang kucintai. Walau otakku masih berisi kegalauan atas banyak hal yang telah dengan terpaksa kutelan. Aku tidak merasa tersiksa hanya dengan sekedar rambut kusut yang nyaris tak pernah lagi kuizinkan bersenggama dengan sisir. Karena aku masih konsisten dengan seribu prinsip yang ku tulis dalam baris-baris puisi. Aku masih punya hati yang sama sekali tidaklah semrawut.
Baik, aku akan menyebut diriku sebagai matahari, mereka yang lemah takkan pernah bisa meraba makna. Bahwa matahari menjadi energi. Ah, apakah engkau melihat ini sebagai sebentuk basa-basi yang kuakui kau benci? Tidak, tidak sahabat. Ini bukanlah basa-basi yang kupaksakan menjadi puisi. Begini, sebenarnya aku sedang mengajakmu untuk berbicara tentang hati, tetapi harus kau tepis dulu semua ngeri terhadap panas matahari.
Aku sebenarnya hanya ingin mengajakmu, ayunkan saja beribu-ribu langkah kaki dengan beribu tekad yang telah kau patri. Tapi, jangan pernah menistakan hati.
Iya, inilah ajakan sang matahari
Photo taken: http://www.bbc.co.uk/herefordandworcester/content/images/2007/09/28/sunrise_01_406×304.jpg


kirimin alamat emailnya dong….
Oiya bis: Silahkan kalau perlu kontak ke Email saya: zoelf.achbar@gmail.com dan tolong di CC juga ke fick_laotze@yahoo.com