penaMenulis itu MUDAH dan PENTING![1]

Oleh: Zulfikar Akbar*

Menulis? Apa yang disebut dengan menulis? Kenapa itu perlu? Apa saja manfaatnya? Nah, itu dia yang harus kita pahami terlebih jika memang ingin belajar tentang menulis. Alasannya adalah, seperti bersekolah. Seseorang tidak akan semangat untuk berskolah jika ia tidak memiliki alasan kenapa harus sekolah. Seseorang juga untuk makan pun tidak akan mau, jika ia tidak tahu kenapa harus makan. Kita bersekolah agar bisa cerdas, mendapat pengetahuan, bisa menjadi orang yang berguna dan berbagai alasan lainnya. Begitu juga untuk makan, alasannya bisa berupa untuk mengeyangkan, untuk kesehatan, memenuhi kebutuhan fisik dan berbagai alasan lainnya. Intinya selalu ada landasan awal sehingga kita mau dan tertarik untuk melakukan sesuatu. Dan ini alamiah saja. Semua manusia, tidak peduli orang dewasa maupun anak-anak tetap saja punya alasan untuk ia bersemangat uintuk melakukan sesuatu. Nah begitu juga dengan menulis. Kita mengenal J.K Rowling yang menjadi perempuan terkaya di dunia hanya karena tulisannya yang berupa komik Harry Potter laris di seluruh dunia.

Oow, ternyata penulis juga bisa kaya raya toh? Iya, itu jelas. Ketika kita memang menekuni betul kegiatan menulis, kitapun bukan tidak mungkin bisa menjadi penulis yang lebih hebat dari J.K Rowling.Dan bukan sebuah kesalahan jika kita mengcita-citakan untuk menjadi kaya raya dengan menulis. Dengan begitu kita lebih termotivasi, lebih terdorong untuk melakukan kegiatan menulis. Dan satu hal yang juga ahrus di ingat. Kita pasti mengenal banyak tokoh-tokoh dunia. Katakanlah Abraham Lincoln yang mantan Presiden Amerika. Helen Keller, perempuan cacat yang mampu menjadi motivator orang-orang cacat di dunia. Adam Malik yang mantan Wakil Presiden Indonesia, Mofd Natsir, Soekarno dan juga Mohd Hatta, proklamator Negara kita.

Mereka disebutkan dalam beberapa catatan sejarah merupakan orang-orang yang sangat cerdas menulis. Tak heran, sampai hari ini tulisan-tulisan mereka diburu orang. Apakah kita tidak bangga, saat kita sudah meninggal duniapun, hasil karya kita berupa tulisan masih diburu orang. Menarik bukan? Jangan lupa, tidak sedikit sudah anak-anak yang baru berusi 12 tahun saja sudah menuai sukses dengan kemampuan menulisnya seperti Izzati dan Faiz. Coba saja baca tentang kesuksesan yang telah diraih oleh mereka, pasti merasa iri dengan kesuksesannya. Tapi iri dalam bentuk ini tidka dilarang lho, karena punya pengaruh positif agar kita juga bisa lakukan seperti yang telah mereka lakukan. Motivasi Menulis dalam Perspektif Reliji Kita kenal dengan Imam al Ghazali, Ibn Sina, Ibn Arabi dan banyak penulis muslim, sampai dengan Ibn Bathutha yang masih kesohor sampai sekarang dengan penulisan catatan perjalannya. Mereka semua bisa ‘hidup’ ribuan tahun dan namanya selalu disebut karena kenapa, karena memang pemikiran dan tulisan mereka masih ada sampai sekarang. Sehingga dengan sendirinya nama mereka hidup di hati banyak manusia jaman modern ini.

Tulisan mereka masih menjadi bahan kajian di berbagai belahan dunia, padahal mereka sudh meninggal ratusan tahun silam. Ini bagian dari keajaiban menulis.[2] Nah, sekarang kita lihat dulu dalam pandangan agama, apa saja sisi plus yang mungkin bisa kita dapat sebagai seorang penulis. Dalam hadits kita diperkenalkan dengan amal jariyah, yaitu amal kebaikan yang pahalanya selalu mengalir kepada kita. Disini kegiatan menulsi juga merupakan bentuk amal jariyah dengan alasan, jika kita bisa menulis yang baik-baik. Kemudian dengan tulisan tersebut, teman-teman dan semua pembaca terdorong untuk berbuat baik, maka dengan sendirinya kita sudah membuat sebuah peluang untuk mendapatkan pahala dari Allah karena telah menjadikan kegiatan menulis untuk kita mengajak orang berbuat kebaikan.. So,.menulis tidak saja menguntungkan dari sisi materi saja namun juga bermanfaat untuk kita dalam mendapatkan pahala dari Allah.

Sedangkan ketika kita sudah memiliki tabungan pahala, Ketika pahala sudah banyak tentu saja Allah juga semakin cinta kepada kita, dengan begitu apa saja yang menjadi cita-cita tentu akan lebih mudah untuk digapai bukan? Ragam Penulisan Baik, sekarang apa itu menulis? Kita tidak perlu ribet menerjemahkan apa itu menulis. Silahkan saja untuk menerjemahkan sesuai dengan pandangan kita. Intinya kegiatan menulis adalah perbuatan disengaja untuk menuangkan rasa, imaji, analisis dan apa saja isi yang ada di dalam jiwa dan pikiran. Ada pesan yang ingin disampaikan dan ada tujuan. Tujuan yang dimaksud diatas bisa jadi untuk menyampaikan berita—sering dikaitkan dengan kegiatannya para wartawan—. Bisa juga untuk menumpahkan perasaan yang berkecamuk didalam hati, seringkali yang model ini berbuah dalam bentuk puisi, cerpen dan sejenisnya—seringkali dilakukan oleh penyair dan pencipta lagu, serta cerpenis. Dan ada juga beberapa bentuk penulisan lain. Seringnya dibedakan dalam 2 bentuk kasarnya: fiksi dan non fiksi. Tulisan fiksi adalah tulisan yang ditulis berdasarkan imaji penulis, atau dengan bahasa sederhana bisa dikatakan buah dari hayalan penulis.

Misal saja Komik Doraemon. Disini kita melihat penulisnya membentuk karakter doraemon demikian hebatnya, sampai ia bisa memenuhi semua permintaan Nobita. Kemudian juga Superman, awalnya Cerita Superman itu hanya berbentuk komik. Karena masyarakat dunia tertarik maka kemudian cerita Superman diubah dalam bentuk film seperti yang sering kita lihat di televisi. Juga, seperti cerita Harry Potter, Detektif Conan dan lain sebagainya. Hebat bukan menjadi seorang penulis? Semua kita bisa menajdi penulis. Termasuk menjadi penulis fiksi seperti yang dicontohkan di atas. Hanya saja catatan pentingnya adalah, selalu belajar, mencoba dan tidak lelah untuk slealu mau membaca. Karena, jelas, membaca itu menjadi “nyawa” untuk kegiatan menulis.

Menekuni kegiatan penulisan fiksi, adik-adik bisa menjadi Cerpenis, Novelis, Penyair atau Script Writer. Jika dalam usia muda adik-adik sudah mampu dengan mahir menulis fiksi, keuntungan yang bisa didapat adalah “adik-adik tidak perlu lagi minta uang jajan pada orang tua” Senang bukan, sejak muda sudah bisa mandiri? Jelas, karena ketika kita bisa menulis tulisan fiksi saja, tulisan tersebut bisa dikirim ke berbagai media massa di Indonesia bahkan luar negeri. Baynagkan jika untuk 1 tulisan yang dimuat dibayar 50.000 saja, bayangkan jika ada 10 tulisan yang dimuat perbulan? Seru bukan? Kemudian, ada yang disebut dengan tulisan non fiksi. Tulisan non fiksi termasuk disini reportase lapangan, atau berupa catatan pengamatan adik-adik terhadap yang terlihat dan teramati yang ada di sekeliling: Misal, anak-anak malas sekolah, guru yang suka memukul siswanya dsb. Selain itu, juga ada feature, dsb. Termasuk dalam kategori penulisan non fiksi adalah penulisan skripsi, makalah, dan tulisan-tulisan lain. Acapkali tulisan non fiksi ini mengarah pada tulisan ilmiah atau disebut dengan karya ilmiah. Tapi, jangan terlalu diperumit oleh persoalan definisi dan teori. Kita memakai prinsip learning by doing, belajar dengan langsung mempraktekkan itu lebih afdhal. Karena hanya dengan praktik saja kita akan lebih dihadapkan pada pengalaman riil, dan dengan ini kita bisa lebih terasah. Yakin saja, SAYA BISA MENJADI PENULIS !!! Dan, jangan lupa juga, sekarang bukan jamannya lagi seseorang tidak bisa menulis!

[1] Disampaikan pada Pelatihan Manajemen Organisasi dan Jurnalistik, Yayasan KKSP [2] Dalam buku Mengikat Makna, Hernowo menuliskan bahwa menulis juga bermanfaat untuk memperlambat penuaan ingatan. Jadi, meski usia seseorang sudah tua, ia berpotensi untuk tidak lekas pikun

* Penulis adalah pegiat LSM di Aceh Barat dan pernah bekerja Sebagai Jurnalis


0 Tanggapan ke “Menulis itu MUDAH dan PENTING!”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan