puisilelakiSeabad sudah tiada desahku dalam puisi

meski jiwaku nyaris mabuk sendiri berbasa-basi

menipu diri seolah tak terganggu sepi

Menepi, semua mimpi

seiring menguap asaku berpuisi

yang memberiku kerangkeng mimpi

dan aku tidak berdaya berlari

tak kuasa belajar untuk menari

sambil bercerita bahwa tragedi ngeri telah pergi

mimpi-mimpi saja yang berlari

segala kuasaku menepi

sudah tidak ada lagi puisi yang bisa kujadikan prasasti

aku mencoba terjemahkan semua ngeri ini dalam beribu arti

dalam laksa makna yang kemudian malah semakin tak kupahami

aku, sepertinya masih ingin untuk berpuisi

Meulaboh, 2 Sept 2009


0 Tanggapan ke “Lelaki Kembali Berpuisi”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan