angry mantadi siang aku gemetar di hadapan Tuhan

saat kusambangi-Nya di ruang yang belum terang kukenal

hanya jiwa ingin terus berjalan

mengsugesti kepicikan untuk tak menekuk pada kebodohan yang kian terjal

Petang datang dengan debu kemunafikan yang mengundang heran

mencoba bertanya dari ia berasal datang merasuk setelah matahari perlahan pulang

mungkin dari debu jalanan

atau kita menuju kesana hanya sekedar bertandang

kebodohanpun kian enggan untuk lekang

kita malah jadikannya sebagai puisi

yang kian membuat para jalang kian terangsang

merongrong nilai suara nurani

Meulaboh, 4909


0 Tanggapan ke “Syair Para Jalang”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan