Rameunee itu adalah Bahasa Aceh, menunjuk pada sikap dan pola berpikir sebuah komunitas masyarakat. Rameunee juga ditabalkan kepada Sebuah Kota Kecil yang ada di Aceh, Kota Jeuram dengan masyarakatnya. Sebutan itu sudah cukup lama melekat pada komunitas ini—saya belum mendapatkan secara jelas, sejak tahun berapa penabalan ini dilekatkan untuk Masyarakat Nagan—.
Sebelumnya saya memberi nama untuk site ini dengan Kolom Geuchk dengan tujuan untuk menggali nilai filosofistik dari Geuchik yang merupakan gelar untuk pemimpin desa di Aceh. Tetapi kemudian, setelah proses evaluasi, saya mengganti dengan Kolom Rameunee, hal ini bertujuan:
1. Lebih menunjukkan identitas saya sebagai bagian dari Komunitas Masyarakat Rameunee
2. Punya kandungan nilai pelajaran juga dari penyebutan rameunee yang ditabalkan untuk masyarakat saya
3. Lebih memasyarakat
4. Lebih menunjukkan aura Aceh yang membumi, Aceh yang khas
5. Untuk lebih meng-sugesti diri saya sendiri agar ke depan bisa memberi sebuah kontribusi bermakna untuk masyarakat saya, dan site ini menjadi sebuah landasan dasar untuk itu, minimal menggali pemikiran
1 hal, kendati aya memberi nama dengan sebuah kata yang lebih meng-isyaratkan nilai kelokalan, namun ini tidak bermakna saya menutup mata dengan banyak hal lain yang lebih global dan universal. Tegasnya, site ini terorientasikan pada perubahan besar pada diri dan masyarakat, dari hal kecil ke yang lebih besar. Dari lokal ke global. Itu yang menjadi esensi.
Saya menunggu saran kritik dari pengunjung
SALEUEM
Zulfikar Akbar
http://www.fick-nagan.co.cc


mmm … asli Aceh ya
salam kenal
^_^
iya, asli Aceh. Tepatnya di Nagan Raya dan Meulaboh. Salam kenal kembali (saya tidak tau harus manggil mbak atau dik nih)
woe keren bos.
tp filosifi rameuneenya belum ketemu ya bos???
kapan dan dari mna asal nama itu.
keren keren bos.
Beutoi Tgk Wali, nyan gohlom habeh tateumee haba dari ureueng chik tanyoe di gampoeng, maka kureueng mantoeng bahan yang jeuet lon peutroen keunoe